JS Corporex - шаблон joomla Mp3

Laporan MID Term Review

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Pada tanggal 16 – 27 Maret 2015 telah dilaksanakan Mid Term Review (MTR) oleh World Bank terhadap pelaksanaan kegiatan yang dikelola SMARTD. Tim MTR dari World Bank terdiri dari Paul van Hofwegen (SMARTD Task Manager) Mariam Rikhana (Agricultural and Rural Specialist); Wijaya Kusuma (Financial Management Specialist), Angelia Budi Nurwihapsari (Procurement Specialists),

Julien de Meyer (Agriculture Research Specialist), Ty Morrissey (M&E Specialist), Flavio Chaves (Environment Specialists), dan  Jana Halida Uno (CMU- WB Office Jakarta). Mid Term Review inimerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan informasi kemajuan pelaksanaan kegiatan SMARTD dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 sebagai bahan evaluasi kegiatan yang telah berjalan dan dasar pengambilan keputusan untuk perencanaan kegiatan SMARTD pada tahun-tahun selanjutnya. Mid Term Review  ini juga menjadi momentum yang sangat tepat bagi SMARTD untuk mendapatkan persetujuan atas pengusulan perpanjangan waktu kegiatan SMARTD sampai dengan tahun 2019.

Pelaksanaan MTR ini didahului dengan kick-off meeting yang dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2015 yang dihadiri oleh Sekretaris Balitbangtan, Tim World Bank, Kemenkeu, Bappenas, Biro KLN, Manajer dan PMU SMARTD, serta perwakilan UK/UPT yang mendapatkan pendanaan kegiatan SMARTD baik untuk Komponen A, B, maupun C. Pada hari kedua, dilaksanakan pemaparan progress report oleh masing-masing Penanggung Jawab Komponen SMARTD. Agenda selanjutnya adalah kunjungan ke lapang (field visit) yang dilaksanakan di 3 propinsi sampel yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara pada tanggal 18 – 21 Maret 2015. Untuk propinsi Jawa Timur, lokasi maupun kegiatan yang dikunjungi adalah pembangunan laboratorium dan pengembangan KP di Balittas, Balitkabi, KP Muneng, Loka Penelitian Sapi Potong, kegiatan KKP3N Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh November, kegiatan KKP3SL kentang BPTP Jatim di Probolinggo, dan m-P3MI tebu di Pamekasan. Untuk propinsi Sulawesi Selatan, lokasi maupun kegiatan yang dikunjungi adalah kegiatan pembangunan di BPTP Sulsel (KP Gowa dan KP Jeneponto) dan pengadaan peralatan laboratorium di Balit Serealia, KKP3SL dan m-P3MI BPTP Sulsel, serta  KKP3N Universitas Hasanuddin. Sedangkan di propinsi Sulawesi Utara, lokasi maupun kegiatan yang dikunjung adalah pembangunan di BPTP Sulawesi Utara (KP Pandu) dan Balit Palma (KP Kayuwatu), kegiatan KKP3SL dan m-P3MI BPTP Sulawesi Utara.

Evaluasi World Bank berdasar hasil kunjungan lapang antara lain: (1) perlu dikembangkan sistem monev yang efektif dalam memonitor kemajuan peserta training jangka panjang/pendek, seminar, workshop, conference, SE, dsb serta tindak lanjutnya; (2) Perlu dilaksanakan writeshop workshop maupun training presentasi dalam bahasa inggris dengan target keluaran karya tulis ilmiah yang siap diikutsertakan dalam jurnal, seminar, workshop, maupun konferensi internasional; (3) Sarpras dan alat laboratorium yang diusulkan harus mempunyai justifikasi yang logis serta mempertimbangkan kemampuan SDM yang mengoperasionalkan, kapasitas ruangan, kemampuan pemeliharaan, serta kemampuan teknis yang lainnya; (5) UK/UPT harus membuat roadmap pengembangan SDM, infrastruktur dan kegiatan penelitiannya sehingga ketiga elemen tersebut dapat saling terpenuhi dan saling mendukung dalam pelaksanaannya (proses link and match ketiganya harus tampak); dan (6) Hasil-hasil penelitian kerjasama yang memiliki dampak dan manfaat yang tinggi harus difasilitasi oleh SMARTD untuk dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti pengembangannya.

Agenda MTR selanjutnya setelah pelaksanaan kunjungan lapang adalah technical follow-up discussion yang meliputi pembahasan Komponen A, B, C, monitoring dan evaluasi, safeguards, keuangan, dan kegiatan pengadaan. Acara MTR ditutup pada tanggal 27 Maret 2014 melalui wrap up meeting yang dihadiri oleh Kepala Balitbangtan, Sekretaris Badan, World Bank, Bappenas, Kementerian Keuangan, Biro KLN Kementerian Pertanian, Pejabat Eselon II lingkup Balitbangtan, dan Manajer serta PMU SMARTD. Beberapa rekomendasi yang penting dari hasil MTR ini adalah: (1) Perlu segera dibuat grand design pengembangan SDM Balitbangtan sebagai kerangka kerja strategis untuk investasi SMARTD dari tahun 2016 dan seterusnya, dan merekomendasikan konsep "Link and Match" dalam pengembangan SDM, infrastruktur dan sarana prasarana serta kegiatan penelitian sebagai dasar justifikasi pengusulan; (2) PMU harus segera menunjuk konsultan safeguard sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan konstruksi/bangunan; (3) Peningkatan pemantauan dan evaluasi kegiatan KKP3N, KKP3SL dan MP3MI yang terkait dengan kegiatan monev pada komponen D; (4) PMU perlu segera mengembangkan standar sistem monev yang konsisten dalam memberikan kejelasan definisi kegiatan  dan memberikan standar pengukuran target kegiatan (Key Performance Indikator) yang jelas; (5) Dengan dukungan dari Bappenas dan Kemenkau, World Bank menyetujui usulan perpanjangan waktu kegiatan SMARTD sampai dengan 2019 dengan catatan tidak ada modifikasi tipe kegiatan tetapi berdasarkan modifikasi penggunaan alokasi anggaran.