JS Corporex - шаблон joomla Mp3

Inovasi Balitbangtan Geliatkan Perbenihan Jagung di Kawasan Perbatasan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Provinsi Kalimantan Barat tercatat sebagai salah satu wilayah perbatasan, mencakup lima kabupaten yaitu Sanggau, Kapuas Hulu, Sambas, Sintang, dan Bengkayang. BB Pengkajian, kemudian turut mengambil peran dan terobosan percepatan pembangunan pertanian di kawasan perbatasan melalui Kajian Sistem Usaha Pertanian Inovatif (SUP-I) yang didanai oleh SMARTD Balitbangtan Kementerian Pertanian.

Identifikasi awal dilakukan di Bulan Agustus 2017 dengan berbagai pihak terkait termasuk tim BPTP Kalbar, Dinas Pertanian setempat, dan penyuluh lapang. Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, dipilih sebagai fokus lokasi kajian. Wilayah yang masuk dalam daerah penyangga (Lini-1) kawasan perbatasan ini, memiliki potensi pengembangan pertanian yang masih menjanjikan. Kecamatan ini sejak lama menjadi daerah sentra jagung dan menyuplai kebutuhan jagung kabupaten dan provinsi.

Penelahaan dan identifikasi potensi wilayah pada Bulan September 2017 menjadi tahapan krusial berikutnya dan diterjemahkan dengan rembuk bersama penyuluh lapang dan petani. Aktivitas ini melibatkan lima poktan dengan keragaman informasi yang menarik untuk dikaji.

 Komoditas jagung tercatat sebagai komoditas utama dan sayuran sebagai komoditas penunjang yang dipasarkan hingga ke Malaysia. Sayangnya, pengusahaan jagung tak lepas dari beragam kendala. Masih bertumpunya petani pada varietas lokal dan tidak adanya pergiliran tanaman dan varietas, memicu munculnya endemik penyakit bulai yang bermuara pada rendahnya produktivitas. Sentuhan inovasi teknologi, terutama introduksi benih sumber varietas unggul baru (VUB) jagung Balitbangtan menjadi solusi yang ditawarkan dari kajian.

Diskusi dengan kelompok tani sasaran berujung pada rencana uji coba teknologi VUB Balitbangtan jagung komposit varietas Lamuru dan Sukmaraga, berdampingan dengan lokasi ujicoba perbenihan BPTP Kalbar yang mengintroduksikan benih hibrida varietas Bima 19 sebagai sentuhan inovasi utama. Total areal untuk produksi benih sekitar 15 ha.

Introduksi benih sumber tidak hanya untuk menyebarluaskan inovasi Balitbangtan, namun juga mendorong petani dalam pergiliran varietas, menekan penyakit bulai, dan menggenjot produktivitas.

Ke depan, intensi penumbuhan kelompok penangkar benih secara mandiri tidak mustahil dipenuhi. Tercukupinya benih bermutu dan berkualitas bukan lagi konsepsi. Dengan keragaman varietas, penyakit bulai yang merupakan penyakit endemik di daerah ini dan menjadi momok petani diharapkan dapat diatasi.

Tak hanya itu, geliat perbenihan di wilayah ini, bisa jadi menstimulasi peningkatan produksi dan pendapatan petani. (YAD)

sumber: BBP2TP