Category: Berita

Proyek SMARTD yang telah dijalankan Balitbangtan sejak tahun 2012 sebentar lagi akan berakhir. Sebelumnya, proyek ini didesain berakhir pada tahun 2017, namun kemudian disetujui pengajuan perpanjangannya hingga tahun 2019, tepatnya closing date pada 30 Juni nanti.

Selama berjalannya Proyek, telah dilaksanakan 13 kali Misi (ISM/Implementation Support Mission) berupa kunjungan lapangan oleh Tim Pengelola SMARTD dan Tim Bank Dunia beserta perwakilan dari Biro KLN-Kementan, Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Minggu lalu, merupakan kunjungan Misi yang terakhir, ISM#13.

ISM#13 didesain berbeda dari Misi-misi sebelumnya. Pada Misi terakhir ini, dilakukan serangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang dikemas dalam kegiatan stakeholders consultation. FGD dilaksanakan di 4 lokasi, yaitu Yogyakarta, Kupang, Singkawang dan Jakarta. Maksud FGD adalah untuk menggali informasi kualitatif dari penerima dana dan penerima manfaat di tingkat lapangan, berdasarkan kegiatan dan infrastruktur yang didukung oleh SMARTD.

FGD pertama di Yogyakarta dilaksanakan pada Selasa (26/3) dengan menghadirkan pihak manajemen, peneliti dan penyuluh BPTP DIY dan BPTP Jateng, petugas laboratorium dari BPTP DIY, juga tak kalah pentingnya adalah para petani dan penyuluh daerah serta mahasiswa sebagai penerima manfaat dari kegiatan penelitian/pengkajian maupun dari adanya peralatan laboratorium. Hadir pula perwakilan dinas pertanian dari 5 kabupaten lokasi penelitian KP4S, yaitu Bantul, Sleman, Karanganyar, Rembang, dan Grobogan.

FGD kedua dilakukan secara paralel di dua kota, yaitu di Kupang dan Singkawang, pada Kamis (28/3). Serupa dengan FGD Yogya, peserta yang hadir di Kupang meliputi manajemen BPTP NTT, peneliti dan penyuluh BPTP NTT, peneliti Balitseralia, pengelola Yaspensel, dinas provinsi dan kabupaten, LPPM Undana, serta petani. Sedangkan FGD Singkawang dihadiri oleh manajemen dan peneliti-penyuluh BPTP Kalbar, peneliti Balitra, dinas kabupaten, dan petani.

FGD terakhir di Jakarta tepatnya bertempat di Balitbangtan telah berlangsung pada Senin lalu (1/4). Peserta FGD kali ini lebih banyak berasal dari UK/UPT Balitbangtan, dengan tetap mengutamakan penerima manfaat di tingkat lapangan. Petani yang hadir adalah petani padi dari Lampung yang terlibat dalam penelitian jejer manten, petani bawang putih dari Cianjur, dan peternak sapi perah dari Pangalengan.

Secara umum, kesan yang disampaikan para penerima dana dan penerima manfaat adalah bahwa SMARTD telah turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan kegiatan/penelitian, sehingga mampu memberikan manfaat pada target sasaran.

Hari Kamis (4/4) merupakan akhir dari rangkaian ISM#13. Dalam kesempatan membahas Aide Memoire seperti yang biasa dilakukan pada ISM-ISM sebelumnya, secara umum Bank Dunia menilai capaian indikator keberhasilan SMARTD berada pada nilai Satisfactory. Selamat SMARTD, Selamat Balitangtan. Semoga menambah semangat berkarya nyata untuk pertanian dan bangsa Indonesia! (VWH)

Copyright © 2019 SMARTD. (Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Disseminations).